Senin, 02 Juli 2012

ARTIKEL : Mengenal Batu Permata Safir / Sapphire

Profil Batuan Permata : Batu Safir ( Sapphire Stones )
Bahan Dasar Pembuatan Kaca Jam Tangan Berkelas

Batuan alam seringkali digunakan sebagai perhiasan, namun ada pula beberapa jenis yang memiliki manfaat untuk kesehatan. Batu alam pun memiliki beragam jenisnya, dari yang paling langka dengan harga selangit, hingga yang mudah ditemui, tentunya mempengaruhi tingkat harganya. Semakin sulit benda tersebut di dapatkan / di produksi, maka semakin tinggi kualitas dan nilai yang disematkan pada batu mulia tersebut. Sebagai contoh, mutiara. Batu mulia ini ada dua jenis yang dikenal di pasaran. Mutiara yg beredar sangat beragam jenisnya. Ada yg dijual dengan harga murah, dan ada pula yang dibandrol dengan nilai jual yang tinggi / mahal. Yang murah biasanya merupakan jenis mutiara imitasi, sedangkan yang mahal merupakan salah satu mutiara berkualitas asli. Mutiara yang dianggap asli, pada umumnya memiliki berat yang lebih dibandingkan yang imitasi. Untuk memperoleh mutiara yang berkualitas asli, cara yg paling mudah mengetahuinya adalah dengan menggigit mutiara tersebut sekuat-kuatnya. Apabila anda tidak menemukan perubahan bentuk yang berarti seperti ada bagian yang terkelupas atau pecah, maka bisa dipastikan bahwa mutiara tersebut merupakan benda yang asli. Atau apabila anda ingin lebih yakin, silahkan kunjungi toko / kolektor yg bisa dipercaya dalam menjamin keaslian mutiara tersebut.

Melakukan pengetesan terhadap batu mulia dengan menggunakan tetesan air pada permukaan objek, bukanlah merupakan metode yang baku dan tepat. Tetesan air tersebut tidak akan menyebabkan batuan alam itu berubah kondisi seperti terkelupas atau pecah, baik pada batuan permata sintetis atau pun yang asli. Melakukan pengujian dengan cara menggesek pada alas yang berwarna juga belum bisa menjamin keaslian sebuah produk. Warna - warna yang kerap kali muncul kemungkinan merupakan warna spektrum yang merupakan ciri khas dari sifat gelas ( kaca ) atau sintetis. Pengujian pada sebuah berlian contohnya, biasanya dilakukan dengan menggunakan metode kekerasan namun tanpa merusak benda itu sendiri, seperti indeks refraksi ( refractometer ), fluoresen, berat jenis, kilap, inklusi mineral dan lain sebagainya. Metode ini justru sangat ampuh ketika membedakan batuan permata asli dan sintetis atau imitasi seperti batu giok, batu opal atau kalimaya, serta batu pirus dan batu permata lainnya. Tingkat harga yang tinggi / mahal, sekali lagi, tidak menjamin 100% bahwa batu permata tersebut merupakan produk yang asli, karena untuk menilai sebuah produk batu permata yang asli belum memiliki standar yang baku / resmi untuk menentukan harganya ( kecuali berlian atau intan ). Salah satu faktor yang turut mempengaruhi keaslian sebuah batu mulia antara lain dari tingkat kekerasan batuan ( berkaitan dengan porositas dan permeabilitas ), bentuk permukaan batuan ( cembung atau rata ), serta kualitas dari tehnik pemolesan ( seperti jenis quartz family minerals serta glassy basalt yg dapat menahan tetesan air seperti halnya mirah delima ).

Batu safir, adalah jenis batu - batuan permata ( batu mulia ) yang mengandung unsur kristal tunggal aluminium oksida ( α- Al 2 O 3 ), yakni suatu mineral yang dikenal dengan sebutan korundum. Sapphire berasal dari bahasa Yunani, Sappheiros, yang berarti batu biru. Selain kandungan di atas, Sapphire juga memiliki sejumlah elemen penting yang lain seperti besi, titanium, kromium, tembaga serta magnesium yang dapat memberikan korundum berwarna biru, kuning, pink, ungu, oranye, hijau, bahkan ada pula yang berwarna bening ( putih berkilau ) serta hitam ( Black Sapphire ). Kromium dari sisa korundum tersebut menghasilkan korundum baru berwarna merah, dan batu permata itu disebut ruby. Sapphire dapat ditemukan dengan cara alami sebagai batuan permata, serta melalui proses fabrikasi pada boule kristal besar yang digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk komponen optik inframerah, bahan permukaan / kaca jam tangan, jendela yang kuat, dan wafer untuk deposisi semikonduktor. Hal ini bisa terjadi karena Sapphire memiliki tingkat kekerasan yang cukup tinggi, sebesar 9 skala Mohs, bahkan hingga mencapai skala 10. Batu Sapphire yang paling terkenal di dunia adalah jenis Blue Shapire. Sapphire Biru juga merupakan batu permata Sapphire paling mahal di pasaran, ketimbang dari warna lainnya, seperti White Sapphire, Yellow Sapphire, hingga Black Sapphire.

Blue Sapphire
Blue Sapphire adalah permata yang dirancang khusus untuk meningkatkan fungsi dan memelihara aspek mental. Aspek mental adalah di mana pikiran berasal dan kunci kedamaian batin adalah dengan mengosongkan pikiran. Blue Sapphire mengatur pikiran untuk membuat proyek mengosongkan pikiran lebih mudah. Esensi sejati seseorang adalah faktor penentu yang pikiran untuk menjaga dan yang melepaskan. Tergantung pada pilihan hidup mencerminkan pikiran. Itulah sebabnya pikiran kosong adalah keadaan yang diinginkan. Pikiran yang kosong adalah pikiran yang terbuka yang berbasis di saat ini dan setiap saat tidak memiliki keterbatasan. Batu Sapphire yang banyak beredar di pasaran sebagian besar adalah berasal dari negara Birma ( sekarang Myanmar ), Srilangka, Australia, Ceylon, Thailand, Afrika, dan Rusia. Untuk Sapphire yang berasal dari negeri sendiri adalah Sapphire dari Pacitan ( Jawa Tengah ) dan Kalimantan. Struktur mineral serta serat yang mewarnai dari asal mula batu - batu Sapphire tersebut memiliki keunikan dan pancaran cahaya yang masing - masing berbeda, sesuai dengan sistem kristalnya yang Hexagonal, sehingga dapat menghasilkan keindahan yang sungguh mempesona. Pancaran sinar biru yang dipantulkan oleh Blue Sapphire mampu menghancurkan pikiran yang tidak harmonis di dalam bagian kepala anda, dan sangat membantu memperbaiki semua fungsi berpusat di sana, termasuk indra penglihatan dan pendengaran. Blue Sapphire juga memperluas potensi mental dan meningkatkan kemampuan untuk membedakan antara pikiran dan dan batin yang lebih tinggi.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

banjarmasinantik@gmail.com