Kamis, 17 Mei 2012

ARTIKEL Mengenal Batu - Batuan Permata


Profil Budidaya Alam :


Sejak dahulu, bangsa manusia telah mengenal berbagai jenis batu - batuan permata dari alam. Mereka memmanfaatkan batu mulia tersebut untuk beragam keperluan, baik masih berbentuk utuh sebagaimana mestinya, ataupun telah mengalami proses pembentukan produksi. Batuan alam seringkali digunakan sebagai perhiasan, namun ada pula beberapa jenis yang memiliki manfaat untuk kesehatan. Batu alam pun memiliki beragam jenisnya, dari yang paling langka dengan harga selangit, hingga yang mudah ditemui, tentunya mempengaruhi tingkat harganya. Semakin sulit benda tersebut di dapatkan / di produksi, maka semakin tinggi kualitas dan nilai yang disematkan pada batu mulia tersebut. Sebagai contoh, mutiara. Batu mulia ini ada dua jenis yang dikenal di pasaran. Mutiara yg beredar sangat beragam jenisnya. Ada yg dijual dengan harga murah, dan ada pula yang dibandrol dengan nilai jual yang tinggi / mahal. Yang murah biasanya merupakan jenis mutiara imitasi, sedangkan yang mahal merupakan salah satu mutiara berkualitas asli. Mutiara yang dianggap asli, pada umumnya memiliki berat yang lebih dibandingkan yang imitasi. Untuk memperoleh mutiara yang berkualitas asli, cara yg paling mudah mengetahuinya adalah dengan menggigit mutiara tersebut sekuat-kuatnya. Apabila anda tidak menemukan perubahan bentuk yang berarti seperti ada bagian yang terkelupas atau pecah, maka bisa dipastikan bahwa mutiara tersebut merupakan benda yang asli. Atau apabila anda ingin lebih yakin, silahkan kunjungi toko / kolektor yg bisa dipercaya dalam menjamin keaslian mutiara tersebut. 

Melakukan pengetesan terhadap batu mulia dengan menggunakan tetesan air pada permukaan objek, bukanlah merupakan metode yang baku dan tepat. Tetesan air tersebut tidak akan menyebabkan batuan alam itu berubah kondisi seperti terkelupas atau pecah, baik pada batuan permata sintetis atau pun yang asli. Melakukan pengujian dengan cara menggesek pada alas yang berwarna juga belum bisa menjamin keaslian sebuah produk. Warna - warna yang kerap kali muncul kemungkinan merupakan warna spektrum yang merupakan ciri khas dari sifat gelas ( kaca ) atau sintetis. Pengujian pada sebuah berlian contohnya, biasanya dilakukan dengan menggunakan metode kekerasan namun tanpa merusak benda itu sendiri, seperti indeks refraksi ( refractometer ), fluoresen, berat jenis, kilap, inklusi mineral dan lain sebagainya. Metode ini justru sangat ampuh ketika membedakan batuan permata asli dan sintetis atau imitasi seperti batu giok, batu opal atau kalimaya, serta batu pirus dan batu permata lainnya. Tingkat harga yang tinggi / mahal, sekali lagi, tidak menjamin 100% bahwa batu permata tersebut merupakan produk yang asli, karena untuk menilai sebuah produk batu permata yang asli belum memiliki standar yang baku / resmi untuk menentukan harganya ( kecuali berlian atau intan ). Salah satu faktor yang turut mempengaruhi keaslian sebuah batu mulia antara lain dari tingkat kekerasan batuan ( berkaitan dengan porositas dan permeabilitas ), bentuk permukaan batuan ( cembung atau rata ), serta kualitas dari tehnik pemolesan ( seperti jenis quartz family minerals serta glassy basalt yg dapat menahan tetesan air seperti halnya mirah delima ).

Banyak fakta dan keterangan yang diperolehi dari berbagai sumber termasuk sejarah turun temurun, maupun buku - buku yang di tulis mengenai jenis - jenis batuan muliadari alam. Khasiat sebagai media pengobatan hingga nilai mistik yang tekandung dalam batuan mulia juga tidak ketinggalan. Mulai dari lokasi penemuan batu, sejarahnya, mitos hingga kepercayaan masyarakat mengenai hal tersebut sejak dahulu sampai saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa batuan mulia memang memiliki tempat yang istimewa di hati beberapa kalangan masyarakat dunia, khususnya masyarakat Melayu sejak jaman dahulu kala. Namun terlepas dari kepercayaan akan mitos dan legenda dari masyarakat, sesungguhnya batuan mulia merupakan batuan yang indah dan menjadi buruan para kolekstor benda - benda yang langka dan bernilai. Bisa dijadikan sebagai perhiasan tubuh, maupun pajangan pada dekorasi rumah. Berikut ini merupakan beberapa jenis batu - batuan alam yang sering kali kita temukan di pasaran, baik masih berupa batuan alami, atau pun telah mengalami proses pembentukan suatu produk aksesoris ( perhiasan ).

Batu Akik ( Agate Stones )

Batu akik sudah lama dikenal luas oleh masyarakat, khususnya di Indonesia. Batu akik termasuk dalam golongan batu - batuan mulia. Batu akik tidak hanya dilihat dari sisi keunikannya, dari segi warna, dari teksturnya, ataupun dari tingkat kekerasannya, namun juga dilihat dari pola warna - warna alami yang terkandung di dalamnya, sehingga menyebabkan harga sebuah batu akik di pasaran cukup mahal, dan bernilai sangat tinggi. Batu - batu ini dimuliakan orang tidak seperti halnya batu mulia yang berharga mahal ( seperti berlian dan permata ), tetapi disukai lebih karena harganya yang relatif murah, fisik serta warnanya bagus ( relatif bagi setiap orang ) dan juga dianggap memiliki suatu tuah / kegaiban tertentu bagi siapapun yang memakainya. Tak heran jika seseorang rela mengeluarkan kocek yang cukup besar demi mendapatkan batu permata, sekaligus berharap memperoleh keberuntungan yang konon muncul setelah ia memiliki dan mengenakan batu tersebut. Sering kali  masyarakat masih mengkaitkan antara batu akik dengan bulan kelahiran, serta weton, sebagai dampak dari adat budaya pada masa lalu. Namun batu akik juga dipercaya dapat menyembuhkan secara medis. Contohnya seperti di negara Arab, dimana masyarakatnya sering menggunakan bubuk batu akik sebagai media untuk menghentikan perdarahan dan luka dalam. Bagi yang mengenakannya, konon batu akik mampu memberikan rasa ketenangan dan dapat mengatasi masalah bagi yang mengalami sukar tidur. Oleh karena itu, perhiasan dari batu akik bukan saja dianggap sebagai benda koleksi atau dipakai sebagai perhiasan / pemanis dalam berpakaian, tetapi juga seringkali oleh beberapa orang dianggap sebagai jimat karena memiliki tuah tersendiri. Tuah yang sering kali diharapkan dari sebuah batu akik adalah agar dapat memberikan aura atau pengaruh positif bagi si pemakai. Jenis tuah yang sering dipercaya oleh sebagian orang yang memiliki batu akik yaitu tuah untuk pengasihan, tuah penglaris dagangan, sebagai pagar dan keselamatan, memberi kekuatan, sebagai terapi pengobatan untuk kesehatan, serta sebagai media untuk ketenangan hati. Dalam memilih batu akik, biasanya pemilihan warna merupakan hal yang paling utama. Batunya sendiri dianggap sebagai sarana menyimpan / menyalurkan energi / aura yang kekuatannya sebagai penyimpan dan penyalur energi.

Batu Berlian ( Diamond Stones )
Berlian adalah batuan mulia paling tinggi derajatnya dibandingkan batuan sejenisnya. Harga yang sangat bernilai tinggi menyebabkan tidak setiap orang mampu memilikinya. Tentunya harga yang sangat mahal dapat ditebus dengan keindahan dan pesona yang dipancarkan oleh benda unik ini. Berlian merupakan batuan alam yang berasal dari bagian terdalam pada gunung berapi yang banyak mengandung atom karbon. Bahkan, berlian merupakan kristal transparan yang mampu mengikat empat bagian karbon atom. Batu berlian timbul dari permukaan bumi setelah melalui proses letusan gunung berapi. Itu berarti, tanpa fenomena alam letusan gunung maka tidak akan hadir benda yang bernama berlian untuk diproses. Menurut penelitian, permukaan berlian terjadi akibat proses pembekuan batu bumi yang mencair akibat lava / magma letusan gunung berapi. Berlian diperoleh lewat pencarian dari bermil-mil jauhnya di dalam permukaan bumi, tepatnya pada kedalaman 150 km ( 90 mil ), serta pada tekanan sekitar 5 giga pascal dengan suhu sekitar 1200 derajat Celsius ( 2200 derajat Fahrenheit ). Oleh sebab itu, berlian bisa dibilang merupakan batuan alam yang paling sulit untuk ditemukan / diperoleh. Berlian dipercaya sebagai ‘raja’ dari segala penyembuhan penyakit. Benda ini memiliki kekuatan untuk mensucikan dan menjaga keseimbangan antara kebersihan dan kesehatan tubuh. Batu permata biasanya digunakan untuk memperkuat organ di dalam tubuh, terutama empedu dan ginjal. Berlian juga baik untuk kesehatan usus kecil, kekuatan tulang, kelenjar pineal, dan baik untuk mengaktifkan kelenjar tyhmus. Ada juga orang yang percaya bahwa berlian dapat digunakan sebagai detoksifikasi atau pengeluaran racun dari tubuh.  Namun perlu diingat bahwa, berlian yang belum diproses justru lebih ampuh untuk pengobatan ketimbang yang sudah diproses menjadi perhiasan yang indah. Pemotongan berlian sedikit banyak akan mempengaruhi akibat proses pemisahan atom - atomnya dan mampu mempengaruhi getaran / efek yang sebenarnya.

Batu Giok ( Jade Stones )
Giok ( Jade ), merupakan sejenis batu permata hijau adalah salah satu dari jenis batuan permata yang mengandung banyak sekali unsur mineral yang telah ditemukan dan digunakan oleh kaum Bangsa Timur sejak ribuan tahun yang lalu. Pada saat ini batu giok banyak berasal dari daerah Tibet, Cina dan Birma ( Myanmar ) sebagai komoditas ekspor mereka. Giok juga dipercaya berkhasiat dalam membuat ketenangan hati, kegembiraan, kesehatan, serta keselamatan. Batu giok merupakan salah satu batu alam yang mengikat unsur mineral penting seperti kalsium, potassium, besi, dan magnesium. Dalam bahasa Inggris, giok di kenal dengan sebutan Jade. Sebagai bagian dari salah satu batu permata, giok di yakini memiliki khasiat untuk kesehatan, yang berfungsi mengalirkan energi murni atau di kenal sebagai aliran Chi yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, bahkan bisa juga mencegah penuaan sel tubuh. Menurut sejarah, batu giok adalah merupakan satu - satunya jenis batuan permata yang dapat diasah dan dibentuk dalam banyak ukuran dan model. Giok tersebut diasah dan dibentuk mulai dari ukuran besar seperti meja, patung besar maupun kecil, liontin, cincin, anting, hingga sebesar kancing baju. Bentuknya pun bermacam – macam, mulai dari bentuk kotak, lonjong, oval, segi tiga hingga persegi banyak. Selain bentuk dan ukuran, warna dari giok menjadi salah satu daya tarik utama. Warnanya pun beraneka ragam, mulai dari putih, kuning, merah hingga berwarna hijau yang merupakan warna paling populer. Batu Giok menjelang hari raya Imlek bagi kaum Tionghoa, merupakan benda yang paling laris dibeli, biasanya berbentuk cincin dan gelang yang bermahkotakan batu Giok. Harga yang di tawarkan untuk sebuah aksesoris giok juga beragam, tergantung dengan barang yang dipilih. Namun kebanyakan di jual dengan harga yang relatif tinggi, mengingat batu giok selain unik, banyak manfaatnya bagi yang percaya,  juga merupakan ciri khas dari negeri tirai bambu tersebut. Ada pula giok yang telah diisi dengan khodam yang konon di percaya memiliki fungsi untuk membuka aura, pengasihan, pemikat lawan jenis, penglaris dagangan / usaha, kewibawaan, benteng diri, pagar badan, anti santet, guna guna, gangguan dari mahluk seperti jin atau syetan dan gangguan gaib lainnya.

Batu Mutiara ( Pearl Stones )
Mutiara adalah suatu benda yang bersifat keras, yang diproduksi dalam suatu jaringan lunak ( khususnya mantel ) dari hewan moluska. Sama seperti cangkangnya, mutiara juga terdiri dari kalsium karbonat dalam bentuk sebuah kristal yang telah disimpan di dalam lapisan - lapisan konsentris. Mutiara yang ideal adalah mutiara yang berbentuk bulat sempurna dan halus. Namun ada juga mutiara dengan berbagai macam bentuk yang lain. Mutiara alami yang berkualitas terbaik telah di anggap sangat berharga sebagai bagian dari batuan permata dan merupakan objek keindahan selama berabad-abad silam. Oleh sebab itu, kata ‘mutiara’ telah menjelma menjadi metafora dalam menyebutkan sesuatu yang dianggap sangat langka, baik, mengagumkan, dan berharga / bernilai. Hampir semua hewan lunak atau moluska bercangkang mampu menghasilkan beberapa jenis mutiara, melewati suatu proses yang alami, dimana ketika suatu obyek mikroskopis terperangkap di dalam mantel lipatan moluska, namun sebagian besar dari mutiara tidak dihargai sebagai batu permata. Sebuah mutiara yang alami dapat terbentuk tanpa adanya  ikut campur tangan manusia, tumbuh bebas di alam liar, dan jarang sekali terjadi. Bahkan di perkirakan kita harus mengumpulkan kira – kira ratusan kerang mutiara kemudian dibuka dan dibunuh, hanya untuk menemukan satu mutiara liar yang bernilai sangat tinggi. Maka dari itu, di perlukan waktu selama berabad - abad untuk memperoleh mutiara. Alam banyak menyediakan bibit kerang mutiara budidaya. Bibit kerang mutiara ini dikumpulkan dengan menggunakan perangkap-perangkap larva ( kolektor ) yang diletakkan di laut. Material serta model kolektor ini bervariasi. Material kolektor berasal dari alam seperti sabut kelapa dan ijuk maupun buatan seperti kain dan plastik. Sementara modelnya beragam dari bentuk sapu sampai ke bentuk panel. Prinsipnya adalah menyediakan substrat atau tempat untuk menempel bagi larva kerang mutiara yang berkembangbiak menjadi spat. Namun, bukan hanya spat kerang mutiara saja yang menempel di koletor ini, namun bisa saja organisme lainnya. Mutiara berharga sangat mahal apabila dijual di pasaran dan merupakan bahan dasar dalam membuat perhiasan yang bernilai tinggi dalam dunia fashion. Mutiara berharga dapat ditemukan di alam liar, tapi dalam kuantitas yang sangat jarang atau langka. Mutiara budidaya ataupun mutiara yang berasal dari tiram, merupakan mayoritas barang yang biasanya dijual di pasaran. Mutiara dari laut dihargai lebih tinggi ketimbang mutiara air tawar. Yang sering dijual dengan harga yang relatif murah adalah mutiara imitasi, yaitu mutiara dengan kualitas yang jauh dari mutiara aslinya.  Secara umum, mutiara imitasi mudah dibedakan dari mutiara aslinya. Mutiara banyak dibudidayakan untuk digunakan sebagai barang perhiasan. Namun pada masa lalu, mutiara ternyata juga digunakan sebagai hiasan pada pakaian, terutama gaun dan jubah, yang mewah. Mutiara juga bisa dihancurkan  ( dilembutkan ) dan digunakan dalam campuran kosmetik, obat-obatan, atau bahkan dalam formula sebuah cat warna.

Batu Kecubung ( Amethyst Stones )
Batu Kecubung merupakan batu setengah permata yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, baik yang memahami maupun yang kurang begitu mengerti tentang batu permata. Di ibaratkan, kecubung adalah batu mulia yang sudah tersohor di jagad nusantara dengan balutan mitos bahwa batu kecubung memiliki khasiat dan fungsi utama yang berupa pengasihan dalam hal asmara. Begitu melegendanya cerita tersebut di seluruh masyarakat, sehingga munculah pendapat bahwa batu unik ini hanya ada di Indonesia, tepatnya tersebar di sebagian besar pulau Kalimantan, dan beberapa daerah di Jawa seperti Pacitan, dan Garut. Namun sesungguhnya tidaklah demikian. Batu kecubung ternyata juga banyak ditemukan di berbagai manca Negara seperti halnya Brasil, Kanada, India, Rusia, Madagaskar, Namibia, Sri Lanka dan Amerika Serikat ( wilayah Colorado, Georgia, Montana, North Carolina, Pennsylvania, Rhode Island, serta Virginia ). Bahkan Kecubung menjadi lambang Batu Permata dari negara bagian South Carolina - Amerika Serikat ( dengan nama resmi US State Gemstone of South Carolina ) dan dari negara bagian Ontario - Kanada ( dengan nama resmi Canadian State Gemstone of Ontario, Canada ). Di pasaran dunia Internasional, Batu Kecubung dikenal dengan nama Amethyst Stone. Batu Kecubung adalah jenis batu - batuan alam yang berasal dari mineral kuarsa. Batu kecubung dianggap sebagai batu kelahiran bagi seseorang yang lahir pada bulan Februari. Batu kecubung umumnya berwarna ungu hingga berwarna merah muda. Dalam sejarahnya, warna ungu sendiri merupakan warna yang sering digunakan oleh raja, ratu, dan anggota keluarga kerajaan lainnya. Karena itulah, para penguasa sering memiliki berlian hingga mahkota yang bermatakan batu kecubung. Selain hal - hal yang berhubungan dengan dunia gaib ( supranatural ), batu kecubung sering kali juga digunakan dalam meningkatkan kekuatan bathin / spiritual serta kewaspadaan. Dalam dunia medis, kecubung sering dimanfaatkan untuk meredakan sakit kepala. Ada mitos yang mengatakan bahwa menggunakan minum air dari wadah yang terbuat / tercampur batu kecubung akan mencegah terjadinya keracunan, karena sifat mineralnya yang diyakini sebagai penawar racun. Selain itu kecubung juga ikut membantu dalam bermeditasi dan meningkatkan pemahaman spiritual, kejujuran diri, dan meningkatkan daya inspirasi, membuka kesadaran dan kemampuan dalam menerima informasi pada tingkat lebih tinggi, membantu mereka yang ingin membebaskan diri dari kecanduan, khususnya alkohol, menenangkan hati ketika menghadapi masalah yang berujung kesedihan dan kehilangan, mengurangi ketegangan syaraf, serta membantu mengurangi gejala penyakit paru - paru dan gangguan pada usus.

Batu Kristal ( Crystal Stones )
Umat manusia sudah lama mengenal berbagai macam bentuk kristal. Kristal sering kali ditemui dalam bentuk pajangan / hiasan berupa jambangan atau pun lampu kristal. Dalam bentuk perhiasan juga sering ditemui, entah itu berupa mata cincin, kalung, gelang, anting / giwang, serta liontin. Beberapa jenis kristal yang sering kali digunakan sebagai bahan untuk untaian gelang atau kalung, antara lain jenis kristal amethyst, rock crystal, aragonire, dan green phantom. Banyak kelebihan yang bisa diperoleh dari batu Kristal, mulai dari yang  tampak nyata atau pun yang hanya bisa dirasakan saja. Sepanjang sejarah, batu kristal telah digunakan sebagai bagian dari obyek kekuatan. Para raja dan ratu menggunakan mahkota batu kristal disekeliling kepala mereka untuk membuahkan / menggambarkan kebijaksanaan dalam pemerintahan. Bangsa Mesir kuno menggunakan batu kristal bertujuan untuk hal kesehatan dan perlindungan, serta untuk menghasilkan kebaikan atau untuk memperoleh sesuatu yang mereka inginkan. Batu kristal sering disebut juga sebagai batu permata atau batu mulia. Kristal telah dikenal dan digemari sejak jaman dahulu kala. Raja dan ratu pada masa lalu sering kali menggunakan batu kristal hiasan yang juga bermanfaat untuk kesehatan dan perlindungan diri. Bahkan hingga saat ini, kristal banyak digunakan oleh berbagai bangsa dan diyakini dapat menghindari diri dari kemalangan, mendiagnosis jenis penyakit, memberikan keberuntungan serta melawan aspek negatif dari pengaruh lingkungan. Ilmu pengetahuan sendiri sudah membuktikan bahwa kristal ternyata mampu memancarkan berbagai macam frekuensi untuk menyelaraskan energi sehingga menjadi lebih harmonis. Sudah banyak penggunaan kristal untuk berbagai macam keperluan dan bahan pembuatan alat - alat modern seperti jam tangan dan handphone. Di jaman modern saat ini, orang sudah mulai beralih menggunakan kristal untuk berbagai macam tujuan, mulai dari tujuan materi hingga urusan spiritual. Warna beningnya melambangkan ketenangan, keteduhan, kesucian, dan kebebasan dari segala aspek yang mengotori pikiran kita.

Batu Pirus ( Turquoise Stones )
Batu pirus merupakan salah satu batu yang paling lama dikenal oleh manusia. Batu pirus mempunyai nilai kekerasan antara 5 - 6 Mohs, dan menempati  urutan ke delapan diantara batu mulia lainnya. Batu pirus sedikit lebih kuat dari kaca jendela maka batu ini harus dijaga dengan hati-hati. Batu pirus ini ditemukan oleh bangsa Mesir dan pertambangan di daerah Sinai sekitar lebih dari 6000 tahun silam dan banyak ditemukan dalam makam-makam kuno yang telah berumur kurang lebih dari 4000 tahun sebelum Masehi. Batu pirus yang paling berkualitas terdapat di negara Iran. Batu Pirus atau turquoise, dalam bahasa Prancis artinya ‘batu Turki’  karena namanya dikira berasal dari negara Turki, namun sebenarnya batu ini tidak berada di negara Turki. Turquoise merupakan batu nasional negara Iran ( Persia ) dan digunakan untuk menghiasi mahkota kerajaan dan atribut bagi para petinggi negara. Turquoise menyadarkan kita akan tanggung jawab terhadap suatu keadaan, dan mengingatkan bahwa kita sendirilah yang harus merubah nasib, memberikan ketenangan diri, intuisi dan gambaran akan masa depan. Tapi kenyataannya tak dapat dipungkiri lagi, bahwa sebenarnya khasiat yang berada pada masing-masing batu mulia, atau semi mulia diatas adalah tanda-tanda kebesaran Yang Maha Kuasa. Kualitas Batu Pirus terbaik ditemukan di Nishapur, bagian Timur Laut Iran dan penambangannya telah berlangsung sekitar 3000 tahun silam. Namun kini Batu Pirus juga banyak ditemukan di bagian barat daya Amerika Serikatseperti di negara Arizona dan New Mexico, dimana suku-suku Indian membuatnya menjadi perhiasan-perhiasan yang indah. Suku Aztec mengunakan batu pirus sebagai potongan kecil mozaic untuk menghias topeng yang digunakan pada upacara keagamaan dan hiasan lainya. Menurut para ahli dan para penggemar batu pirus, menyebutkan bahwa batu pirus merupakan batu yang sangat sensitive terhadap bau-bauan. Batu pirus dapat menyerap bau / aroma, minyak atau kotoran dalam jangka waktu yang lama, sifat batu pirus agak lunak dan berpori-pori, sehingga pemakaian dan perawatannya harus lebih diperhatikan karena dapat menyerap bau minyak atau bahan kosmetik seperti parfum jadi hindarkan atau jangan meletakkan batu pirus ini berdekatan dengan barang-barang yang mempunyai zat-zat yang bisa mempengaruhi batu pirus tersebut. Dalam ruangan yang lembab atau kurang udara dapat menyebabkan warna batu pirus berubah dan akhirnya jatuh nilai harganya. Manfaat dari Batu Pirus antara lain membawa kedamaian dan kebahagiaan, membawa keberuntungan dan kejayaan, serta sebagai penolak bala dari marabahaya.

Batu Safir ( Sapphire Stones )
Batu safir, adalah jenis batu – batuan permata ( batu mulia ) yang mengandung unsur kristal tunggal aluminium oksida ( α- Al 2 O 3 ), yakni suatu mineral yang dikenal dengan sebutan korundum. Sapphire berasal dari bahasa Yunani, Sappheiros, yang berarti batu biru. Selain kandungan di atas, Sapphire juga memiliki sejumlah elemen penting yang lain seperti besi, titanium, kromium, tembaga serta magnesium yang dapat memberikan korundum berwarna biru, kuning, pink, ungu, oranye, hijau, bahkan ada pula yang berwarna bening ( putih berkilau ) serta hitam ( Black Sapphire ). Kromium dari sisa korundum tersebut menghasilkan korundum baru berwarna merah, dan batu permata itu disebut ruby. Sapphire dapat ditemukan dengan cara alami sebagai batuan permata, serta melalui proses fabrikasi pada boule kristal besar yang digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk komponen optik inframerah, bahan permukaan / kaca jam tangan, jendela yang kuat, dan wafer untuk deposisi semikonduktor. Hal ini bisa terjadi karena Sapphire memiliki tingkat kekerasan yang cukup tinggi, sebesar 9 skala Mohs, bahkan hingga mencapai skala 10. Batu Sapphire yang paling terkenal di dunia adalah jenis Blue Shapire. Sapphire Biru juga merupakan batu permata Sapphire paling mahal di pasaran, ketimbang dari warna lainnya, seperti White Sapphire, Yellow Sapphire, hingga Black Sapphire. Blue Sapphire adalah permata yang dirancang khusus untuk meningkatkan fungsi dan memelihara aspek mental. Aspek mental adalah di mana pikiran berasal dan kunci kedamaian batin adalah dengan mengosongkan pikiran. Blue Sapphire mengatur pikiran untuk membuat proyek mengosongkan pikiran lebih mudah. Esensi sejati seseorang adalah faktor penentu yang pikiran untuk menjaga dan yang melepaskan. Tergantung pada pilihan hidup mencerminkan pikiran. Itulah sebabnya pikiran kosong adalah keadaan yang diinginkan. Pikiran yang kosong adalah pikiran yang terbuka yang berbasis di saat ini dan setiap saat tidak memiliki keterbatasan. Batu Sapphire yang banyak beredar di pasaran sebagian besar adalah berasal dari negara Birma ( sekarang Myanmar ), Srilangka, Australia, Ceylon, Thailand, Afrika, dan Rusia. Untuk Sapphire yang berasal dari negeri sendiri adalah Sapphire dari Pacitan ( Jawa Tengah ) dan Kalimantan. Struktur mineral serta serat yang mewarnai dari asal mula batu - batu Sapphire tersebut memiliki keunikan dan pancaran cahaya yang masing - masing berbeda, sesuai dengan sistem kristalnya yang Hexagonal, sehingga dapat menghasilkan keindahan yang sungguh mempesona. Pancaran sinar biru yang dipantulkan oleh Blue Sapphire mampu menghancurkan pikiran yang tidak harmonis di dalam bagian kepala anda, dan sangat membantu memperbaiki semua fungsi berpusat di sana, termasuk indra penglihatan dan pendengaran. Blue Sapphire juga memperluas potensi mental dan meningkatkan kemampuan untuk membedakan antara pikiran dan dan batin yang lebih tinggi.


Sifat - Sifat Batu Permata Dilihat Dari Jenis Warna
1. Warna Putih : jenis ini berkaitan dengan sumber energi di bagian kepala (embun-embun) yaitu cakra tertinggi (ketujuh).  Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang positif untuk membantu menciptakan harmoni, kesembuhan dan menjaga kesehatan tubuh.  Mutiara putih dan kalsit berkaitan untuk membantu menumbuhkan getaran-getaran untuk tulang, rambut, dan kuku.
2. Warna Ungu : jenis ini masih berkaitan dengan sumber energi di bagian kepala sebagai cakra ketujuh.  Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang sangat membantu menumbuhkan ketenangan, mengurangi energi yang negatif, lebih banyak menghasilkan getaran feminim, dan baik untuk membantu pengembangan batin yang positif.
3. Warna Biru Tua : jenis ini berkaitan dengan cakra yang keenam yang terletak di tengah kening kepala.  Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang membantu menumbuhkan kebijaksanaan, mengembangkan intuisi, memperkuat mata dan telinga, memperkuat daya ingat, bahkan membantu meningkatkan kepekaan terhadap dunia halus.
4. Warna Biru Muda : jenis ini berkaitan dengan cakra yang kelima yang terletak di tenggorokan. Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang membantu untuk lancar berbicara dan bernyanyi, menyehatkan bagian leher, tenggorokan, pundak dan membantu manusia menjadi lebih bijaksana serta belas kasih.
5. Warna Hijau : jenis ini berkaitan dengan cakra yang keempat yang terletak di daerah dada/jantung. Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang membantu untuk memperkuat jantung, menumbuhkan kasih sayang, menambah kesadaran materi/kebendaan, memperkuat otot-otot syaraf dan dapat mengurangi emosi yang negatif.
6. Warna Kuning : jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang membantu untuk menambah energi jantan/maskulin, memperkuat kemauan dan memperkuat tubuh secara umum.
7. Warna Merah Jingga / Orange : jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang membantu memperkuat daya kemampuan sex dan memperkuat daya kreatif.
8. Warna Merah Delima / Pink : jenis ini berkaitan juga dengan cakra yang keempat yang terletak di daerah dada/jantung.  Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang membantu untuk menambah kehalusan cinta, kehangatan yang damai dan positif.
9. Warna Merah : jenis ini berkaitan dengan cakra yang pertama yang terletak di daerah pinggul/tempat duduk.  Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang menumbuhkan hawa panas, menambah tenaga tubuh karena mempengaruhi peredaran darah dan menjadikan lebih giat bekerja.
10. Warna Coklat : jenis ini berkaitan dengan daerah paha.  Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang menambah ketenangan, memperkuat kaki bagian paha dan menjadi penyalur “tenaga” ke bawah (menurut kebatinan).
11. Warna Abu - Abu / Grey : jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang memperkokoh kaki, menambah ketabahan dan menjadi penyalur “tenaga” ke bumi.
12. Warna Hitam : jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang memperkuat daya fokus (ketekunan dalam urusan duniawi), keteguhan, ketabahan kaki, menambah ketenangan dan menjadi penyalur “tenaga” ke bumi.

Sifat - Sifat Batu Permata Dilihat Dari Jenis Ukuran dan Bentuk
1. Jenis batu yang berwarna padat / pekat ( tidak tembus pandang / cahaya ) biasanya lebih baik ketika menyerap dan menyimpan energi / aura. Bagi si pemakai, pengaruh yang akan dirasakannya antara lain :
Pengaruh secara Positif : lebih tegas dalam bersikap / berpendirian ( tidak mudah goyah atas suatu keputusan )
Pengaruh secara Negatif : terlalu tegas pada pendiriannya, membuat pikiran akan cepat lelah / penat.
Pengaruh secara Positif : kondisi pada tubuhnya lebih stabil, serta bertenaga dari sebelumnya.
Pengaruh secara Negatif : sering kali merasakan penat pada tubuhnya akibat kelelahan.

2. Jenis batu yang berwarna bening / transparan ( tembus pandang / cahaya ) biasanya lebih baik ketika 
melepaskan / menyalurkan energi / aura. Bagi si pemakai, pengaruh yang akan dirasakannya antara lain :
Pengaruh secara Positif : lebih ceria, dan segar dalam penampilan.
Pengaruh secara Negatif : sering kali lengah, kurang berhati-hati / waspada.
Pengaruh secara Positif : lebih mudah dalam memperoleh ide baru / ilham.
Pengaruh secara Negatif : kurang konsentrasi dalam berpikir, serta mudah lupa akan sesuatu.

3. Batu yang berukuran cukup besar ( ukuran relatif bagi tiap - tiap individu ) biasanya lebih baik dalam menyerap serta melepaskan energi dibandingkan batu yang berukuran lebih kecil. 

4. Batu alam asli biasanya mampu menyerap serta melepaskan energi yang lebih sejuk dibandingkan dengan batu imitasi yang biasanya menyerap serta melepaskan energi yang berhawa lebih panas dan dapat menyebabkan panas dalam serta lebih mudah lelah ketika berpikir ( stress ). 

5. Batu tua ( biasanya lebih mengkilat ) menyerap serta melepaskan energi yang berhawa lebih panas, dibandingkan batu muda. 

6. Batu yang bulat, lonjong atau setengah gepeng lebih baik dalam menyerap dan menyimpan energi / aura. Jenis batu yang bentuknya meruncing seperti asahan berlian lebih baik dalam melepaskan energi / aura.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

banjarmasinantik@gmail.com